YISC Experience: Hijrah Lillah

Oleh: Puji A – Angkatan Rabbani

 

Jika kamu ingin mengetahui karakter seseorang bawalah ia kegunung.

Di sana kamu akan menemukan karakternya yang tersembunyi,

Yang akan menjadikannyadirinyasendirisepenuhnya.

“Masih minat muncak gak? Tanya seorang teman.

“Boleh yuk. Tapi aku belum ada asupan makan.” Jawabku.

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Logistik habis, air mineral pun hanya cukup menjadi bekal untuk 1 orang saja. Haus, lapar, dinginnya malam menyelimuti kami dengan suhu 10 derajat. Sementara egoku masih ingin menaklukan 3.676 mdpl. Berjumlah 10 orang dari total keseluruhan, dengan hanya berbekal tekad yang kuat kami melakukan perjalanan menuju Mahameru. Sisanya, lebih memilih tinggal di tenda. Begitulah situasi di Kalimati, Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Aku menikmati perjalanan menaklukan gunung para dewa bersama rombongan dari Al Azhar yang berjumlah 38 orang. Cape, kesel, senang, bercampur aduk jadi satu. Bagaimana tidak, melakukan perjalanan dengan orang-orang yang baru dikenal selama 6 hari perjalanan.

Jika kamu ingin mengetahui karakter seseorang bawalah ia ke gunung. Di sana kamu akan menemukan karakternya yang tersembunyi, yang akan menjadikannya dirinya sendiri sepenuhnya.

“Pendaftaran YISC angkatan baru yang early bird masih buka kak. Ikut ngaji bareng yaa. Jadi ga hanya di gunung kita ketemunya, tapi di masjid juga” bujuk Radhia Amini (Al Hijrah) kepadaku, mengantarkan perjalanan kami kembali ke ibu kota.

“YISC itu apa? Kegiatannya apa saja di sana?” Dan aku pun langsung mengiyakan setelah bertanya-tanya.

Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskan. Karena mencari teman baik itu susah, namun melepaskannya sangatlah mudah”  (Imam Syafi’i).

Jadi apa alasan kamu masuk YISC?

Mengusung tema “Yang Muda Yang Berhijrah  di Maperaba (Masa Pengenalan Anggota Baru) Juli 2015 merupakan peristiwa menyemangati para pemuda untuk melakukan hijrah. Bagaimana tidak, di Maperaba dari berbagai kalangan, berbeda pola pikir, dan berbeda usia berkumpul dengan satu niat, Hijrah. Hijrah merupakan peristiwa perubahan ke arah yang lebih baik. Ironisnya, YISC merupakan wadah yang tepat bagi yang ingin berhijrah. Membangun niat untuk berhijrah memang sangat penting. Mulai menanyakan kepada diri sendiri, lalu untuk siapakah aku berhijrah?

Dari ‘Umar bin Al Khottob, Rasulullahshallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju. (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Berhijrah merupakan media yang tepat untuk melihat secara rinci siapa diri kita sebenarnya, apa yang paling kita cintai dalam hidup ini, apa yang paling sering kita pikirkan dalam hidup ini, dan apa yang sebenarnya ingin kita raih dalam kehidupan di dunia ini. Momen dalam berhijrah harus benar-benar kita atur dalam diri kita sendiri, untuk melakukan amal sholeh seperti yang Rasulullah ajarakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sesungguhnya masa depan kita ditentukan bagaimana kita hari ini.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya menjadi bagian dari keluarga YISC, terutama keluarga Rabbani. Keluarga yang saling mendukung untuk ber-tholabulilm, keluarga dengan penuh kehangatan, merangkul dan menyemangati satu sama lain ketika lelah, jenuh, bahkan bosan menyerang. Asiknya di YISC tidak ada rasa senioritas. Semua angkatan salingmerangkul, kekuatan ukhuwah terasa demi tercapainya hijrah yang kaffah.

Setiap ahad disajikan menu BSQ (Bimbingan Study Qur’an). Di BSQ ini ada hal baru yang menarik, yaitu mengaji dengan metode Bilqis, yang per kelas dibagi berdasarkan kemampuan membaca Al Qur’an. Kemudian dilanjut dengan SII (Studi Islam Intensif) sampai adzan dhuhur menjelang. Di kelas SII, ilmu keislaman semakin diperdalam. Ilmu yang sudah pernah dipelajaripun terus menerus diulang. Ya, benar. Pengulangan itu sejatinya untuk mengingatkan kembali apa yang sudah pernah kita pelajari. Terkadang kita lupa atau merasa angkuh telah mendapatkan ilmu yang bahkan lebih tinggi.

Uniknya di YISC, tidak hanya sebagai media belajar mendalami Islam. Namun juga diajarkan bagaimana berorganisasi, masuk ke dalam kepengurusan. Di dalam kepengurusan inilah sifat ke-aku-an ku pun diuji. Bagaimana menjalankan program-program kerja yang sudah disusun yang berisikan ide-ide dari berbagai perbedaan isi kepala, menjadi satu tujuan. Banyak ilmu yang didapat dalam berorganisasi, yaitu ilmu memimpin, mengatur diri sendiri, menyusun rencana, dan masih banyak ilmu yang bisa didapat.

Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang selalu meluruskan niat berhijrah karena Allah, meneruskannya dengan berdakwah, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. (HR Thabrani dan Daruqutni, dishohihkan Al Albani).

TerimaKasih,

Puji A

Sumber Foto: http://www.mensagem.etc.br/wp-content/uploads/2012/08/arquitetura_da_felicidade-600×400.jpg

COMMENTS

  • Waalaikumsalam wr wb.
    Sebentar lagi akan dibuka PPAB (penerimaan anggota baru) periode Januari 2017. Tunggu terus informasinya di socmed kita yaa. Cooming soon 🙂

  • febri yenni

    assalamualaikum…. mau ikut ngaji di yisc caranya gimana?? saya sudah wa, tapi sampai saat ini masi belum dibaca, sya sudah invite bbmnya tapi juga belum diapprove.. tolong info ya.. makasi banyak

  • asa ratna

    barakallah syeikh puji…. ternayata sebab dari perjalanan itu kita ketemu lagi di mesjid hehehe
    see you at puncaknya dewi anjani

  • Agness Novyasswara

    Maa syaa Allaah.. uhibbuki fillaah ka puji ?

    Do’a Rabithah (pengikat hati)

    Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihil qulub,
    qadijtama-at ‘alaa mahabbatik,
    wal taqat ‘alaa tha’atik,
    wa tawahhadat ‘alaa da’watik,
    wa ta ahadat ala nashrati syari’atik.
    Fa watsiqillahumma rabithataha,
    wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla’ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
    wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
    wa jami’ lit-tawakkuli ‘alaik,
    wa ahyiha bi ma’rifatik,
    wa amitha ‘alaa syahaadati fii sabiilik…
    Innaka ni’mal maula wa ni’man nashiir.

    Artinya :
    Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu, dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
    dan bersatu dalam dakwah-Mu, dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
    Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,dan kekalkanlah cintanya,dan tunjukkanlah jalannya,dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
    dan indahnya takwa kepada-Mu, dan hidupkan ia dengan ma’rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

    Aamiin ya Rabb…

    Baarakallaahu fiikum ?

Leave a Comment