Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Cerita PAYISC : Langkah Kecil itu…

Oleh : Aldo Indarmawan – Angkatan Hamaasah

Ketika itu acara pembagian rapor PAYISC hampir selesai. Terlihat antrian orangtua yang ingin mengambil hasil evaluasi mengaji buah hatinya tersebut mulai sedikit.

Di Antrian Kelas A, ditutup dengan Ibunda Restu(kelas C Ikhwan) dan rizky (kelas A). Sebelum berpamitan, Ibunda Restu dan Rizky sempat bercerita tentang semangat mengaji anaknya. Betapa tidak, menurutnya,  kedua Adik PAYISC yang Alhamdulillah mendapat beasiswa karna tingkat kehadirannya tersebut selalu berusaha hadir meskipun ada faktor x yang terkadang membuat Sang Ibunda meminta mereka tuk tidak berangkat mengaji.

“Saya biasanya mengantar Restu dan Rizky pakai motor pinjaman saudara, Kak. Kadang kalau motornya sedang dipakai, kita naik angkot dan Metro,” ceritanya.
Ketika pulang mengaji pun Restu dan Rizky kerap telat dijemput karena menunggu pinjaman motor.

Selain Restu dan Rizky yang tinggal di Petukangan selatan, ada tiga bersaudara Yunita dan Tanti(kelas C akhwat) serta adiknya Panji(Kelas A) tinggal di Sudimara. Menurut Ibunda ketiga Adik yang juga mendapat beasiswa tersebut, setiap hari melakukan penjalanan sekitar satu sampai satu setengah jam dari rumah menuju Al Azhar, pun sebaliknya.

“Kadang saat perjalanan pulang suka terbayang, mungkin teman-teman mereka yang lain udah sampai di rumah dan istirahat. Tapi anak-anak saya masih di perjalanan,” ucapnya sembari tersenyum.

“Panji juga sempat bilang,  kalau dapat beasiswa dia ingin beli jas hujan. Karena belakangan kalau perjalanan pulang –malam hari–kerap hujan,” tutup Ibunda yang diketahui buah hatinya sudah mengaji lebih dari 2 tahun di PAYISC.

Memang, sudah menjadi rahasia umum di kalangan civitas YISC bahwa Adik PAYISC mayoritas bertempat tinggal di lingkungan Masjid Agung Al-Azhar. Namun, belum banyak yang mengetahui bahwasannya ada beberapa Adik yang rumahnya pindah dan kini berjarak puluh kilo meter dari Al Azhar.

Dan Alhamdulillah jarak tak menjadi halangan atau penyurut semangat mengaji Adik PAYISC. Semoga Allah ‘azza wa jalla berkahi tiap langkah kecil kalian, Adik-adik..

Cukup janji Allah melalui lisan RosulNya sebagai motivasi kalian..
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga” (H.R Muslim)

Tak terasa, sudah 2 tahun kita berusaha menanam. Menyiram. Memupuk. Menjaga dari yang ingin merusak mereka. Walaupun berat, saya yakin pasti ada yang tumbuh. Tinggal kita jaga dengan doa-doa kita. Karena kita tidak pernah tau, Allah sampaikan pada takdir apa adik-adik kita ini.

Tentu harapan kita sama. Mereka sukses dunia akhirat. Ada yang menjadi ahli-ahli bidang-bidang ilmu. Ada juga yang menjadi ahli ilmu syariat.

Saya membayangkan sekali di benak saya. Salah satu dari adik-adik kita ini ada yang menjadi ulama. Tempat orang-orang mengambil dan bertanya tentang ilmu. Lalu kita kakak-kakaknya datang ke majelis itu duduk menyimak, dan adik kita yang menjadi ulama itu mengatakan.

“Itu disana, kakak saya dulu yang mengajari saya banyak hal.”

“Mohon maju ke depan duduk disamping saya. Ini guru saya.”

Lalu saya duduk disampingnya selama kajian. Mendengarkan ilmu darinya sambil meneteskan air mata haru sepanjang kajian. Membayangkan adik ini dulu seperti apa.

Ya Rabb tolong sampaikan mereka pada takdir yang baik-baik. Jagalah adik-adik Payisc kami ini.

Tugas kita kemudian hanya mendoakan mereka.

Terimakasih atas kebaikan kakak-kakak semua yang sudah memberikan ilmu kepada adik-adik.