Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

GBPO 2014-2015

Lampiran 1

Ketetapan Musleng 2013 YISC Al-Azhar

No.009/MUSLENG/YISC/XII/2013

 

 

GARIS-GARIS BESAR PERJUANGAN ORGANISASI (GBPO) YOUTH ISLAMIC STUDY CLUB (YISC) AL AZHAR

2014-2015

 

BAB I PENDAHULUAN A.  Pengertian

Garis-Garis   Besar   Perjuangan   Organisasi   (GBPO)   merupakan   serangkaian   rencana perjuangan yang menyeluruh, terarah, terpadu, dan mewujudkan tujuan organisasi.

 

  1. B. Tujuan

 

Tujuan ditetapkannya GBPO adalah untuk memberikan arah bagi organisasi dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

 

  1. C. Landasan

 

GBPO  disusun  berdasarkan  Al Quran  dan  sunnah  secara  idiil  serta  berdasarkan  Kaidah

Dasar dan Kaidah Rumah Tangga YISC Al-Azhar secara konstitusional.

 

  1. D. Sistematika GBPO

 

Untuk memberikan  gambaran  rencana perjuangan  yang diinginkan,  maka GBPO disusun dan dijabarkan secara sistematis sebagai berikut;

  1. 1. Pendahulua
  2. 2. Pola Dasar Perjuangan Organisasi YISC Al-Azhar.
  3. 3. Pola Program Kerja YISC Al-Azhar periode 2014-2015.

 

  1. E. Pelaksanaan

 

  1. 1. GBPO ditetapkan oleh Musyawarah Lengkap, untuk dilaksanakan oleh pengurus. Dalam pelaksanaannya,     GBPO     dituangkan     dalam     bentuk     program,     peraturan,     dan    atau kebijakan-kebijakan pengurus yang teratur, terencana, bertahap, terukur, dan konsiste
  2. 2. GBPO dapat ditinjau kembali setiap dua tahun sekali dalam musyawarah lengkap untuk disesuaikan

dengan perkembangan zaman.

 

BAB II

POLA DASAR PERJUANGAN ORGANISASI YISC AL-AZHAR A.  Visi Organisasi

Visi dari YISC Al-Azhar  adalah “Menjadi  komunitas  belajar yang berakhlakul  karimah  dan memberikan manfaat bagi umat dan bangsa dengan berlandaskan Al Quran dan sunnah”.

 

  1. Misi Organisasi

 

Berdasarkan   pokok  pikiran  yang  terkandung   dalam  perjuangan   YISC  Al Azhar,  maka ditetapkan  tiga misi utama perjuangan  YISC Al Azhar yang merujuk pada Q.S. Fushshilat:

33, yaitu:

  1. 1. Da’a ilallah
  2. ‘Amila shalihan
  3. 3. Innani minal muslimin

 

  1. Motivasi Perjuangan Organisasi

 

Motivasi perjuangan YISC Al Azhar meliputi :

  1. 1. Memakmurkan masjid-masjid Allah (Q. At-Taubah: 18)
  2. 2. Menegakkan persatuan dalam agama Allah (Q.S. Ali Imran: 103)
  3. 3. Menambah ilmu (Q.S. Thoha: 114)
  4. 4. Berjuang menuju keridhaan Allah SWT (Q.S. Al-Ankabut: 69).

 

  1. Tujuan Perjuangan Organisasi

 

Perjuangan   YISC  Al-azhar   bertujuan   untuk   mewujudkan   generasi   muda   Islam   yang mempunyai  keseimbangan  rohani dan jasmani, serta dapat memperjuangkan,  menegakkan dan mempertahankan nilai-nilai Islam.

 

  1. Asas-asas Perjuangan YISC Al Azhar

 

  1. 1. Asas  Manfaat,  ialah  bahwa  segala  usaha  dan perjuangan  harus  dapat  dimanfaatkan semaksimal   mungkin  bagi  peningkatan   dan  pengembangan   pribadi  generasi  muda
  2. Asas Satu Tubuh, ialah bahwa usaha mencapai tujuan yang menjadi cita-cita YISC Al

Azhar harus merupakan  usaha bersama  yang melibatkan  potensi seluruh civitas YISC Azhar dan dijiwai semangat persaudaraan.

  1. Asas  Musyawarah,   ialah  bahwa  segala  sesuatu  bentuk  pengambilan   keputusan,

penetapan  kebijakan,  dan atau penyelesaian  masalah  yang dihadapi  dalam  mencapai tujuan   perjuangan    YISC   Al Azhar   haruslah   sedapat   mungkin   menempuh    jalan musyawarah untuk mufakat.

  1. 4. Asas  Kepercayaan  Diri, ialah bahwa  perjuangan  YISC Al Azhar  harus  didasari  pada

rasa percaya akan kemampuan diri sendiri serta bersendikan kepribadian muslim.

  1. 5. Asas  Kepeloporan,  ialah  usaha  dan  kegiatan  perjuangan  YISC Al Azhar  senantiasa terbuka  terhadap  kemungkinan  untuk  melakukan  pengembangan  yang  bersifat  kreatif dan inovatif, sehingga mampu menjadi pelopor bagi organisasi pemuda masjid lainny
  2. 6. Asas  Kesinambungan,   ialah  bahwa  pengembangan,   usaha  dan  kegiatan-kegiatan

 

YISC A l – A z h a r hendaknya tertuang dalam pola program kerja yang berkesinambungan sehingga tercermin konsistensi perjuangan YISC Al-azhar dalam berusaha mencapai tujuannya.

  1. Asas Keterbukaan,  ialah bahwa setiap kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh YISC

Al-Azhar haruslah dilandasi oleh semangat keterbukaan.

  1. 8. Asas Independensi, ialah  bahwa  perjuangan  YISC  Al-Azhar  didasari  oleh ketidakberpihakan  pada salah satu partai politik, aliran keagamaan, kesukuan, dan atau golongan tertent

 

  1. F. Arah Perjuangan

 

  1. Memberikan sumbangan nyata untuk kemajuan Islam, bangsa, dan negara dengan tetap menjaga sikap berakhlakul karimah, mandiri, rasional, dan kritis.
  2. 2. Menciptakan  iklim yang kondusif  untuk mengembangkan  potensi civitas YISC Al-azhar

sesuai landasan dan visi organisasi.

  1. 3. Meningkatkan ukhuwah islamiah, wathaniyah, insaniyah sesama civitas YISC Al-azhar pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.

 

  1. Modal Dasar Perjuangan

 

Modal dasar perjuangan YISC Al-azhar berupa:

  1. a) Iman dan takwa yang merupakan tenaga sebagai penggerak yang tak ternila b) Sejarah dan nama besar Al-Azhar
  2. c) Keanggotaan yang heterogen  merupakan  modal  perjuangan  yang  besar  bagi  usaha-

usaha perjuangan di segala bidang.

  1. d) Potensi sumber daya manusia umat Islam yang sangat besar, khususnya pemuda yang memerlukan pembinaan dan pengarahan terarah sehingga menjadi produk
  2. e) Persatuan dan kebersamaan antar-civitas YISC Al-azhar .

 

Wawasan dalam mencapai tujuan ;

  1. a. Wawasan Keislaman

Meningkatkan  pemahaman  dan  pengamalan  umat  terhadap  ajaran  Islam  secara  utuh dan  menyeluruh,   untuk  mencapai   kebahagiaan   di  dunia  dan  akhirat   yang  selalu berpegang teguh pada agama Allah dengan semangat ukhuwah islamiah.

 

  1. Wawasan Kecendekiaan

Meningkatkan kualitas kecendikiaan umat melalui penguasaan dan pengembangan manajemen organisasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

  1. c. Wawasan Kebangsaan

Meningkatkan    nasionalisme   dan   rasa   kebangsaan   umat   sebagai   suatu   bangsa berpenduduk   muslim  terbesar  di  dunia  yang  bersatu  dan  berdaulat  dalam  wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

  1. Wawasan Kepemimpinan

Meningkatkan  jati diri umat sebagai  pemimpin  dalam kerangka  penegakan  kedaulatan rakyat,  agar selalu tanggap  dan penuh kesadaran  terhadap  keadaan  serta perubahan lingkungan sekeliling yang berpengaruh terhadap perikehidupan.

 

  1. e. Wawasan Kesejahteraan

Meningkatkan  kegiatan  ekonomi  Islam dalam  rangka  menegakkan  ekonomi  Islam dan keadilan sosial.

 

  1. f. Wawasan Keorganisasian

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan berorganisasi.

 

  1. Wawasan Ke-YISC-an

Mengembangkan  pengetahuan   serta  pemahaman  tentang  YISC  sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap YISC.

 

 

BAB III

POLA PROGRAM KERJA YISC PERIODE 2014-2015

 

Berdasarkan Pola Dasar Perjuangan YISC disusunlah program YISC sebagai landasan operasional   dalam   melaksanakan    program   kerja   organisasi   untuk   mencapai   tujuan organisasi.

 

  1. 1. Dasar Penyusunan Program

Penyusunan   program   kerja  pada  setiap  periode   kepengurusan   haruslah   mengacu kepada  Kaidah  Dasar dan Kaidah  Dasar  Rumah Tangga  sebagai  Landasan Konstitusional,   GBPO   sebagai   Landasan   Operasional,   dan  memperhatikan   kondisi obyektif dan aspirasi yang berkembang.

 

  1. 2. Kultur Organisasi

Untuk mewujudkan  visi YISC Al-Azhar sebagai amanah yang dijalankan dalam periode

2014-2015,  maka  perlu  dikembangkan  sikap:  moderat,  kritis,  egaliter,  istikomah,  dan berjiwa sosial oleh civitas sebagai kultur organisasi  YISC.

 

  1. 3. Arah Kebijakan Program

Untuk mewujudkan visi dan kultur organisasi, ada beberapa kebijakan atau strategi yang perlu dikembangkan, yakni:

 

  1. a. Pendidikan

 

YISC  perlu  mengembangkan  suatu  sistem  pendidikan  yang  mendukung terbentuknya   kultur   organisasi   tersebut. Pendidikan   yang   dikembangkan   YISC adalah suatu pendidikan yang dapat membebaskan manusia dari segala bentuk belenggu.  Oleh karena  itu, ada beberapa  strategi  yang perlu dikembangkan,  yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem pendidikan di YISC, yaitu :

 

Pertama, mengembangkan  metode pendidikan orang dewasa (andragogi) yang lebih menempatkan  civitas sebagai  subyek  yang turut secara aktif dalam proses  belajar tersebut.

 

Kedua,  pendalaman  pengetahuan  dan  kesadaran  islami,  yang  berlandaskan  Al

Quran dan sunah dan teks-teks formal keagamaan, serta tradisi pemikiran Islam.

 

Ketiga, pengenalan  yang lebih mendalam  terhadap  sejarah dan realitas kehidupan bangsa. Pengenalan  ini tidaklah berhenti pada tahap kognitif, tetapi lebih jauh pada identifikasi yang makin akrab dengan denyut kehidupan bangsa.

 

Keempat,  di samping kesadaran  normatif,  kemampuan  menangkap  realitas secara obyektif diperlukan  juga. Masa depan umat sangat terletak juga pada kemampuan

 

untuk   mempertentangkan   dan   mempertemukan   secara   kreatif   dunia   nilai   dan kognitif, yang ditemukan  dalam teks-teks  keagamaan  dengan dunia konteks  sosial. Dari sinilah segala corak tajdid, ihya, dan ikhlas harus mewujudkan dirinya.

 

Kelima, peningkatan kualitas berpikir sebagai makhluk Allah yang khas dan memiliki kelebihan  pada akalnya,  hal ini dapat  ditingkatkan  melalui  pengembangan  budaya membaca.

 

  1. b. Kemuslimahan

 

Kemuslimahan adalah  sarana  belajar  bagi  muslimah  dalam  pembentukan   pribadi yang  tangguh   dan   mandiri   guna   meningkatkan    peranannya    dalam   keluarga, organisasi  dan  masyarakat    agar  muslimah   mendapatkan    pembekalan    sebagai elemen  penting  dalam  melahirkan  dan  mencetak  generasi  Islam  di  masa  depan berupa:

  1. 1. Kajian Muslimah
  2. 2. Ketrampilan Muslimah

 

  1. c. Kajian

 

Sebagai  wujud  pengembangan   Study  Club,  bentuk  kegiatan  kajian  baik  internal maupun eksternal  dikembangkan  melalui konsep pengembangan  wawasan  dengan landasan Al Quran dan sunah.

 

Kajian internal  perlu dilaksanakan  dalam  bentuk  kelompok-kelompok  kecil, dengan pembahasan   dari  berbagai   hal  sesuai   dengan   minat   kelompok.   Hal  ini  akan mendorong civitas untuk peka terhadap kondisi yang berkembang.

 

 

Kajian eksternal merupakan  wahana kajian civitas YISC maupun masyarakat  umum yang diselenggarakan oleh civitas YISC.

 

Civitas YISC Al Azhar diharapkan bukan hanya menjadi peserta aktif, melainkan juga menjadi pembicara dalam berbagai forum diskusi dan kajian.

 

  1. Sosial Keumatan

 

YISC Al Azhar dapat mengembangkan  berbagai  program  sosial keumatan,  dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas dan sumber daya yang ada, serta tidak bertentangan dengan visi dan misi organisasi.

 

  1. e. Hubungan Masyarakat

 

Sebagai  wujud  dalam  membangun   dan  menjaga  semangat  ukhuwah  islamiyah dalam organisasi maupun pencitraan YISC Al Azhar di masyarakat, diperlukan komunikasi yang baik dan informasi yang terkini.

 

Komunikasi   internal   berfungsi   dalam  hal  sosialisasi   informasi   dan  kerjasama kegiatan,  sehingga  civitas  YISC  Al Azhar  senantiasa  mengetahui  perkembangan organisasi.

 

Komunikasi eksternal berfungsi dalam hal informasi kegiatan   YISC Al Azhar, konsolidasi, kerja sama, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan organisasi lain.

 

  1. f. Penerbitan

 

Penerbitan merupakan wadah bagi civitas menumbuhkan semangat dan mengembangkan    kemampuan    menulis,    jurnalistik,    dan   fotografi.    Selain   itu, penerbitan merupakan perwujudan konkret media komunitas yang menjembatani komunikasi dan informasi antar-civitas YISC.

 

  1. Perbendaharaan

 

Untuk menopang program kerja organisasi, baik eksternal maupun internal, perlu diwujudkan sistem keuangan yang sehat dan profesional.

 

Keuangan   organisasi,   merupakan   wujud   dari   pengelolaan    keuangan   untuk mendanai program kerja dan organisasi.

 

Dana   umat,   merupakan    wujud   kepekaan    sosial   dengan   cara   memberikan kesempatan kepada civitas dan masyarakat untuk senantiasa berkontribusi dalam penggalangan dana-dana sosial.

 

Penggalangan   dana   organisasi,   Mengembangkan    dan   meningkatkan   sistem pencarian sumber-sumber dana untuk menopang kegiatan organisasi.

 

  1. Konsolidasi Organisasi

 

”Sesungguhya   Allah  menyukai   orang-orang   yang  berjuang   di  jalan-Nya   dalam barisan yang teratur seakan-akan  mereka seperti sesuatu bangunan  yang tersusun kokoh.” (Q.S. Ash-Shaff/61:14)

 

  1. a) Keanggotaan

 

Pengelolaan sistem keanggotaan dapat dipertanggungjawabkan untuk aset organisasi.

 

  1. b) Administrasi

 

Administrasi dijalankan dengan tertib dan legal menurut suatu aturan administrasi baku yang ditetapkan bersama.

 

  1. c) Manajemen

 

Pembenahan  dalam manajemen  perlu terus dilakukan  karena manajemen  yang baik akan lebih memudahkan dalam perputaran roda organisasi.

 

  1. d) Keuangan

 

Untuk menopang program-program eksternal dan internal perlu dirintis dan dikembangkan usaha-usaha yang dapat menghasilkan dana, sehingga dapat menumbuhkan   kemandirian   organisasi,   yang  dapat  dipertanggung   jawabkan secara periodik.

 

  1. e) Sinergi Program

 

Menyinergikan program-program antarbidang, departemen, dan lembaga. f)   Kedewasaan Berorganisasi

Berpikir  dan  bersikap  dewasa  dalam  civitas  organisasi  yang  heterogen,  maka

 

diperlukan     sikap     kedewasaan     dalam     berorganisasi,     sehingga     dapat mengeliminasi benturan-benturan yang mungkin timbul.

 

  1. g) Hubungan dengan Organisasi Lain

 

YISC  perlu  menjalin  hubungan  dan  kerja  sama  dengan  organisasi  lainnya, terutama yang sesuai dengan visi dan misi organisasi.

 

  1. i. Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi Informasi

 

YISC   perlu   memanfaatkan    dan   mengembangkan    teknologi    informasi    untuk mendukung  dan  menyosialisasikan   berbagai  program  dan  kegiatan  YISC  sesuai dengan visi dan misi organisasi.

 

Melalui sistem teknologi informasi tersebut, berbagai wacana yang berkembang, baik dalam lingkup YISC maupun yang tengah berkembang di masyarakat, dapat tersosialisasikan dengan baik kepada civitas dan masyarakat umum.

 

  1. j. Penggalangan Potensi Civitas YISC

 

Mengingat potensi civitas YISC sangat beragam dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan   organisasi,   maka  YISC  perlu   mengakomodasi   dan  menyinergikan potensi   civitasnya   dalam   mengembangkan   organisasi   melalui   pembinaan   dan kaderisasi.