Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Glaze Manis untuk Ayah

Tujuan untuk pergi ke taman taman surga nya Allah sudah menjadi jadwal ku di tiap rabu malam nya. Ditemani dengan simera, Skuter matic yang telah 1 jam lamanya menemaniku dalam remangnya jalanan malam ibu kota. Hingga terdengar seruan menandakan waktu ku untuk bercerita kepada-Nya.

” Barang siapa menjaga shalatnya, maka shalat itu akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat. ” [ HR. Ahmad dalam kitab musnad, 2/169 ]

Menepilah aku disebuah pom bensin di pinggiran jalan simatupang. Terlihat pemandangan manis dibalik kaca mobil berwarna hitam pekat itu. Seorang anak perempuan kecil sedang asyiknya menyantap sepotong adonan lembut dengan satu lubang ditengah berlapiskan glaze coklat ditambah taburan sprinkle warna warni. Sepasang mata tersenyum melihat cara anak itu menyantap makanan didepan nya, sang Ayah.

Tak lama berlalu, ayahnya pun mengajak untuk turun dari mobil dan menggandengnya sembari berjalan menghampiri tempat ku berdiri. Senyuman ku berikan kepada si anak yang kurasa masih berusia 10 tahun. Diusia nya yang masih amat muda, sangat apik dia memilih pakaian yang bukan hanya sebagai penutup tubuhnya, namun juga sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Sang Pemilik Dunia.

Allah Azza wa Jalla memerintahkan kepada istri istri nabi dan wanita beriman untuk menutup aurat mereka sebagaimana firman Nya : Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka menggulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka!” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [ al – Ahzab/33:59 ]

Lantas ku menoleh pada diriku saat itu, pakaian seperti apa yang kupakai dulu? Langsung terucaplah kalimat yang mengharapkan pengampunan dari Nya.

Suara aliran air menandakan sudah ada yang memulai berwudhu, berhentilah si anak sambil menarik baju ayahnya, dengan manja ia menanyakan bagaimana harus berwudhu jika bercampur dengan laki laki. Sang ayah pun meminta izin kepada laki laki lain untuk mengantri dibalik kain hitam dan mempersilahkan si anak dan aku untuk berwudhu terlebih dahulu.

Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurkahai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ” [ at – Tahrim/66:6 ]

Sangat lihai sang Ayah memainkan peran nya mengikuti skenario yang telah dituliskan Sang Ilahi. Si anak pun juga menjaga apa yang menjadi kemuliaannya. Diusianya yang kurasa belum menanggung hasil perbuatannya, sangat pandai ia melatih diri sebelum perhitungan itu dimulai.

Dan glaze manis pemberian sang Ayah di dunia, insyaAllah akan menjadi “glaze” termanis untuk sang Ayah di kehidupan abadinya kelak.

Berkacalah kita, sebagai seorang yang sedang “bermain peran” untuk kembali membaca peran kita dalam tulisan indah skenario Nya. Agar dikemudian hari ketika kita telah dinyatakan sampai dan selesai, mendapat tempat terbaik disisi Nya. Aamiin.

 

#KontributorYISC
===================

Penulis : Nisrina Nur Apni Mumtaz (AL Fazza)
Editor   : Winnie Amalia (Al-Farizi)
Tim Jurnalistik-Humas YISC Al Azhar