Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Hikmah : Sisi Romantis

Oleh : Hany Ova – Angkatan Daffa.

Setiap orang pasti punya sisi romantis. Ada yang romantisnya lewat nasihat, amarah, cemas, jentikan gitar, atau ratusan puisi. Ada yang hanya mampu menegur, mengucapkan selamat ulang tahun, memberikan hadiah spesial, atau sekedar menemani minum kopi

Jadi apa sebetulnya makna romantis?
Seperti apakah perilaku romantis? Kata-kata seperti apakah yang paling romantis?
Menurutku ungkapan yang paling romantis adalah Doa. Iya, doa. Doa yang simultan serta diam-diam.

Aku tidak bilang bahwa doa yang diumbar itu tidak romantis. Doa yang diumbar banyak pula manfaatnya. Akupun sering melakukannya. Terutama saat orang lain ulang tahun dan mendapat nikmat. Manfaat mengumbar doa semisal mengajarkan orang lain untuk mendoakan, menjaga tali silaturahim, dan yang terpenting membuat orang yang didoakan merasa disayang, diperhatikan, dan dihargai.

Akan tetapi, ada cara berdoa yang jauh lebih penting. Semuanya sudah diajarkan Muhammad SAW. Bahkan beliau berdoa untuk manusia yang belum pernah ia lihat. Untuk kita semuanya. Umatnya. Hal ini menunjukkan bahwa kalau kita berdoa, berdoalah untuk semua orang dan sesering mungkin. Kalau belum mampu setiap detik, coba lakukan setiap jam, atau setiap sehabis sholat. Berdoalah kapanpun dan dimanapun. Dikala senang maupun susah.

Bagaimana cara mendoakan orang-orang yang bahkan tidak dekat dengan kita, tidak pernah kita temui, dan tidak terkenal di masyarakat? Kuncinya buka hati dan belajar tanpa henti. Asahlah hati agar menjadi lebih empati dengan mengenal dan mencoba memahami lebih banyak orang. Siapakah dia? Seperti apakah orangnya? Bagaimana kesehariannya? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Apakah patut membicarakannya di depan khalayak ramai? Seperti apakah Rasulullah mengajarkan kita memuji orang lain?

Untuk mengarah kesana, banyak hal yang bisa kita lakukan. Mulai dari berkenalan, berkegiatan dan berjalan-jalan bersama-sama, dan saling mengunjungi. Di tengah keterbatasan kita sebagai pemimpin, karyawan, pengusaha, istri, suami, ibu, ayah, mahasiswa, anak, dan tentu juga hamba Allah yang banyak dosanya, di tengah segala keterbatasan kita yang hanya seonggok makhluq dan bukan Al Khaliq, berdoa adalah senjata kita. Tentu saja dengan melakukan beragam usaha sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan kita. Doa tanpa usaha adalah nol besar, usaha tanpa doa adalah sombong besar.

Berdoa, adalah sisi paling romantis dari setiap manusia. Kita merayu Allah agar lebih pantas dan layak dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari hawa api neraka. Kita berdoa dengan mengucapkan doa terbaik. Memuji Allah. Adalah hak Allah untuk selalu dipuji manusia. Sebab dari Allah semua bermula dan akan berakhir.

Hanya Allah sumber segala kehebatan dan ketenaran. Hanya milik Allah segala pujian. Hanya kepada Allah sepatutnya tumbuhan, hewan, dan manusia menghaturkan pujian. Kita masih mendapat hidayah, terus menerus dipermudah melakukan kebaikan, terus menerus mendapat segala kenikmatan. Semua karena Allah.

Sisi romantis bukan hanya soal puisi yang puitis. Sisi romantis adalah doa yang paling sering diucapkan dengan usaha yang tak kunjung lelah. Memuji Allah yang terus menerus berada dalam kesibukan mengurus makhluqNya, memberikan nikmat kepada kita yang lebih sering lupa daripada mengingatNya. Tahukah kawan? Rahmat Allah ternyata jauh lebih besar dari murkaNya.

Orang yang memiliki sisi romantis berusaha keras untuk tidak egois. Ia tidak hanya memikirkan diri sendiri atau segelintir orang, tetapi juga sekian banyak orang. Kita tidak dapat bersisi romantis sebelum berusaha sekeras mungkin mendekatkan diri kepada yang Maha Romantis. Allah, Azza wa Jalla.

Mungkin karena itu doa yang paling sering kita ucapkan adalah:

Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah
Wa fil aakhiroti hasanah
Wa qinaa ‘adzaabannaar
Selamat menjadi pribadi yang romantis.
Semoga semakin hari semakin dekat pada yang Maha Romantis
Salam Semangat Sampai Akhirat 🙂