Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

I-Con (Inspiration Corner) : Rindu Tak Dihiraukan

Oleh : Dandelion – Angkatan Daffa

Aku buka kitab Illahi
Al-Anbiya tiga lima dengan arti
Sungguh haru kibaca makna
Dengan sesak hati yang terkadang arti terlupai

Setiap jiwa akan merasakan mati
Walau tak mengetahui seperti apa ia akan mengakhiri
Susah jadi resah pelit terasa sempit
Bahagia akan dambaan setiap cita terpenuhi
Jika setiap akal berpikir segala tercipta kembali pada pemilik bumi

Mata menjadi saksi dari apa yang dilihat
Mulut banyak bicara diam bungkam seribu bahasa
Telinga tempat mendengar baik buruk segala ucapan
Tangan dan kaki saksi yang tak pernah selisih
Segala akan berkata tanpa sekecil zarah ia berdusta
Di alam barza bahkan penyesalan tak akan bermakna

Dikala terdengar gemuruh bencana dibelahan dunia
Seakan ingat kematian akan melanda
Namun saat bahagia lupa mati dengan hura-hura
Akankah setitik iman mengingat kematian datangnya kapan saja

Kematian rindu yang terkadang terlupakan
Kematian yang enggan didatangkan bagi insan tak memiliki iman
Kematian menjadi surga oleh mereka cinta Rabbnya

Lalu dimana pilihanmu
Dimana persiapanmu
Kemana tujuanmu berlabu
Dunia fana yang kau banggakan
Atau kematian dengan surga jadi dambaan

Dan setiap nyawa aka mati
Bukan sebuah teka teki namun janji pasti takdir Illahi
Tapi mau dengan cara apa kamu mengakhiri
Tuhan yang memberi hidup
Ia memberi akal agar kau tentukan pilihan
Matimu menjadi cinta dan rindu
Atau menjadi sakit menyesal tak dapat kembali walau sedikit
Karena kebahagian dan keresahan yang tercipta
Allah sudah mengatur dalam KitabNya

Duka Mina Koreksi diri

ICON: Rindu Tak Dihiraukan | yisc-alazhar.or.id