Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

I-Con (Inspiration Corner) : Suriah, Untukmu Kami Berjama’ah

Oleh : Cut Hani Bustanova (Angkatan Daffa)

 

Sebagai pemuda Islam, civitas YISC Al Azhar Jakarta selalu berusaha peduli terhadap masalah-masalah keummatan. Kepedulian itu tidak hanya dapat ditunjukkan langsung melalui kegiatan penggalangan dana ataupun keterlibatan menjadi pengurus atau relawan pada organisasi dan lembaga tertentu, tetapi juga dapat diekspresikan melalui karya seni. Pada Rabu malam, 13 Januari 2016 lalu, Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) mengadakan acara bertajuk Gala Dinner Solidaritas Kemanusiaan untuk Suriah di Hotel Sahid (Jakarta) dalam rangka menggebrak kepedulian dan solidaritas masyarakat umum untuk pengungsi Suriah yang berada di Turki. Acara ini dikemas berbeda dengan kegiatan lainnya, karena pihak panitia dari FIPS memadukan unsur budaya dan agama. Acara yang berlangsung dari pukul 19.00 sampai dengan 22.00 wib ini berisi makan malam bersama, penampilan teatrikal kondisi pengungsi Suriah dari Teater YISC Al Azhar, pembacaan puisi oleh Taufiq Ismail dan Peggy Melati Sukma, dan pelelangan buku Taufiq Ismail “Debu di atas Debu” sebagai donasi untuk pengungsi Suriah yang berada di Turki.

            Beberapa anggota panitia FIPS ini, qodarullah adalah pemuda Islam yang memang juga aktif di Ar Rohman Qur’anic Learning Center (AQL), Tebet, Jakarta Selatan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, civitas YISC Al Azhar juga banyak yang menjadi pengurus di AQL. Saat itu, panitia FIPS menyatakan bahwa mereka membutuhkan penampilan teatrikal yang dapat menggambarkan kondisi Suriah saat ini. Akhirnya, ketiga perwakilan dari organisasi ini bersinergi. Pihak FIPS menghubungi Oki Heryanto dari YISC Al Azhar (Angkatan Mumtaz) untuk membantu terselenggaranya penampilan teatrikal ini. Untuk itu, Tim YISC Al Azhar melakukan pertemuan dengan panitia dari AQL. Saat itu, Ustadz Angga (sebagai salah satu relawan Suriah) dan Ustadz Somad juga berperan sebagai narasumber informasi kondisi rakyat Suriah. Oki Heryanto menyatakan bahwa pementasan ini tidak mudah karena pementasan ini harus dapat menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi di Suriah dan kesempatan ini merupakan tantangan baginya dan seluruh tim Teater YISC Al Azhar.

            Tim Teater YISC Al Azhar yang terlibat dalam pementasan ini berjumlah 38 orang yang berasal dari angkatan Mumtaaz, Khaifa, Gaza, Al Fatih, Al Ghozi, Robbani, dan Angkatan Dasar. Berperan sebagai koreografer, Retno Kusumawardhani (Angkatan Mumtaaz). Saat itu, ada seorang calon anggota baru YISC Al Azhar yang memang sudah mengikuti Audisi Teater YISC Al Azhar dan mengikuti latihan teater bersama, ia bernama Yuda Wira. Hal ini menunjukkan bahwa Teater YISC menjunjung tinggi profesionalitas dan keunikan tiap civitas YISC tanpa memandang asal angkatan mereka. Pementasan teater ini menceritakan tentang konflik warga sipil dalam melawan kekejaman rezim Assad yang merupakan cikal bakal konflik di Suriah. “Tim Teater YISC Al Azhar mempersiapkan pementasan ini selama sekitar satu bulan dengan perincian dua minggu penulisan naskah dan empat kali latihan. Hasil kerja keras ini adalah sekitar 150 penonton yang menyaksikan keseluruhan acara ini memberikan sambutan yang baik. Banyak penonton yang meneteskan air mata karena terenyuh hatinya sebab baru kali ini ada komunitas teater yang mengangkat kisah tentang keadaan rakyat Suriah”, demikian tutur Oki Heryanto selaku sutradara dan penulis naskah kepada Divisi Penerbitan YISC Al Azhar. Hal ini terbukti dengan diliputnya kegiatan ini di media-media online Islam seperti www.islampos.comwww.kiblat.netwww.salam-online.comwww.voa-islam.comwww.suara-islam.comdan www.nbcindonesia.com,

Melalui pementasan ini Teater YISC Al Azhar berharap dapat menggugah perasaan para tamu yang hadir untuk memberikan donasi kepada saudara-saudara kita di Suriah. Kabar yang didapat dari sejumlah media online Islam menyebutkan bahwa jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan adalah sekitar 523 juta rupiah, 100 USD, 25 juta rupiah dari total lelang 5 buku karya Budayawan Taufiq Ismail, dan sejumlah perhiasan gelang, liontin, cincin serta aksesoris lainnya. Jumlah dan bentuk donasi ini setidaknya dapat menjadi tolak ukur keberhasilan sinergi antara ketiga organisasi Islam (FIPS, AQL, dan YISC Al Azhar) dalam menyentuh hati masyarakat umum untuk peduli terhadap warga Suriah. Teater YISC Al Azhar, sebagai salah satu kegiatan MIKAT (Minat dan Bakat di YISC Al Azhar), juga berharap di masa yang akan datang dapat terus melebarkan sayap dakwah melalui media seni teater dan seni lainnya tidak hanya di kalangan internal tetapi juga eksternal YISC Al Azhar sebab dakwah budaya juga merupakan hal yang digaungkan oleh YISC Al Azhar sebagai organisasi Pemuda Islam terbesar di Jakarta. Alangkah indahnya bukan berjama’ah dalam kebaikan.

Leave a comment