Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Kepergian Sebatas Jasad, Kebaikan Senantiasa Kekal

Oleh : Cut Hani Bustanova – Angkatan Daffa

Dalam hidup ini, seringkali kita kecewa dengan kepergian orang yang baik budinya.

Kita menganggap, kepergiannya membawa kesedihan dan tanda berakhirnya kebaikan-kebaikan yang ia sebarkan di sekeliling hidup kita.

Namun, coba kita cermati kembali.

Entah kepergian mereka hanya sementara, seperti perginya anak ke sekolah, suami ke kantor atau tempat usaha, perpindahan kerja dan tempat tinggal teman dan sahabat atau kepergian abadi seperti kematian orang-orang di sekitar kita.

Sejatinya yang pergi hanya jasad mereka.

Percayalah kawan, sesungguhnya yang pergi sementara ataupun selama-lamanya itu sejatinya hanya jasad mereka saja.

Selama kita menyematkan rasa kasih dan sayang pada mereka dan mereka pun melakukan hal yang sama kepada kita, semua kepergian akan terasa sementara.

Sebaliknya, semua kebaikan yang pernah mereka sebarkan dan yang pernah kita sebarkan kepada mereka akan tetap kekal.

Ya. Kebaikan akan tetap kekal.

Perpisahan itu hanya sementara, selama perjumpaan kita yang lampau selalu berisi kebaikan.

Menjadi anak yang berbakti pasti akan dirindu orang tua, menjadi kakak dan adik yang saling menghargai dan menyayangi pasti akan diingat satu sama lain, menjadi suami dan istri yang baik pasti akan dicinta, dan menjadi pemimpin yang baik pasti akan dikenang oleh rakyatnya.

Lalu mengapa perpisahan membuat kita begitu sedih?

Perpisahan mengajarkan bahwa kebaikan harus terus menerus ditransfer.

Kebaikan dari org yg satu ke org yg lain, dari generasi ke generasi, harus dan akan terus hidup.
Adapun jasad, suatu saat pasti pergi, suatu saat pasti pindah, dan mati.

Kebaikan akan tetap kekal.

Maka kepergian orang yang baik tidak akan membuat kita sedih.

Mungkin wajar jika kita sedih di awal. Namun jika orang tersebut sudah dengan ikhlas mengajarkan banyak hal pada kita, menasihati, menghibur, setia menyemangati dan menemani kita untuk terus menerus tanpa henti berbuat kebaikan, kebaikannya akan terus kekal. Tak peduli jasadnya mati.

Jadi jangan sedih berlebihan menyaksikan kepergian orang yang baik.

Mereka pasti mengajarkan kita untuk mendoakannya setulus hati.

Kepergian orang yang baik akan membuat kita tersenyum dan bersyukur pada Tuhan bahwa mereka pernah hadir di dalam salah satu episode kehidupan kita.

Lalu kita sebenarnya dapat ‘menghidupkan’ mereka kembali dengan melaksanakan kebaikan-kebaikan seperti yang pernah mereka contohkan.

Selamat berbagi kebaikan

Selamat menjadi orang baik yang selalu dikenang

Semoga bermanfaat

 

Related Posts