Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Kajian Umum YISC Al Azhar : Agar Aku Bahagia

Bismillaahirrahmaanirrahiim

AGAR AKU BAHAGIA

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
96. Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Al Qur’an Surat An-Nahl Ayat 96 – 97 sebagai ayat pembuka kajian, semoga menjadi penambah keberkahan bagi kita yang membacanya.

Akan diturunkan rasa kasih sayang di hati para hamba, untuk orang yang duduk di majelis ilmu. Mereka akan dibangga-banggakan oleh Allah, mendapat istighfar dari para malaikat. Maka niatkan menuntut ilmu untuk meningkatkan keimanan, maka akan ditingkatkan pula derajat kita dan akan diberikan keridhaan dari Allah swt.

Seseorang jika ingin menemukan kematian yang baik, maka dia akan selalu mengembalikan segala urusannya kepada Allah.

Hati adalah tempat berseminya iman. Walau sedang melakukan apapun, jika hatinya hidup dan konektivitasnya selalu hidup maka akan selalu terhubung dengan Allah.

Tanda orang yang mampu memperoleh kebahagiaan akan selalu bisa menghubungkan segala sesuatunya dengan Allah, hatinya selalu terkait kepada Allah dan mampu menumbuhkan iman.

Orang yang bahagia adalah yang hatinya lapang, karena merasa memiliki Allah di dalam hatinya. Kita diciptakan bukan untuk kesia-siaan. Ada tujuan mulia dari penciptaan kita.

KUALITAS ORANG YANG BAHAGIA
Ada lima kualitas orang yang bahagia. Bila tidak mempunyai lima kualitas ini maka akan sengsara dan tidak akan merasakan manisnya iman kepada Allah sebagai puncak dari segala kebahagiaan. Berikut lima kualitas orang yang bahagia :

1. Cinta kepada Orang yang Shaleh

Bagaimana kita memilih teman, maka akan menentukan bagaimana kehidupan kita.
Sesungguhnya agama kita akan tergantung kepada agama teman kita.

Ada 4 jenis teman dalam hidup

a. Shohibul manfaat. Orang yang berteman karena terdapat benefit (teman yang ada maunya)

Tinggalkan teman yang seperti ini karena kalau dia tidak mendapatkan manfaat maka dia tidak akan peduli kepada temannya. Dia tidak akan peduli apakah temannya tersebut shalat, puasa, memiliki pekerjaan ? apakah kita sholeh ? maka dia tidak peduli. Yang dipikirkan hanya dirinya sendiri. Jika tidak ada manfaat yang diperoleh, maka akan ditinggalkan.

b. Orang yang sedang berusaha meniti jalan pulang kepada Allah

Teman seperti ini maka Allah akan tutupi aib kita di depan mereka.
Dengan ditutupnya aib kita, hendaknya kita berusaha dengan keras untuk memenuhi ekspektasi mereka. Jangan pernah menghina diri sendiri di hadapan orang lain. Hinalah diri kita di hadapan Allah. Barang siapa menghina diri sendiri di hadapan orang lain, maka termasuk orang yang sombong.
Apabila didoakan dengan kebaikan, maka sebaiknya di-aamiin-kan.

c. Seorang Guru / habaib

Terhadap teman seperti ini maka akan disingkap sedikit aib kita kepada mereka yang banyak orang lain tidak tahu.

Jangan meninggalkan orang seperti ini. Mereka dekat dengan kita untuk memberikan manfaat kepada kita, mengantarkan kita untuk semakin mengenal Allah SWT.

d. Sahabat terbaik kita yang mengetahui semua aib kita. Sahabat yang masih sayang kepada kita, yang tetap positif dengan segala perbuatan kita, yang memberi segalanya kepada kita. Dialah Allah SWT, maka bersahabatlah dan bersamalah dengan Allah SWT.

Bersahabatlah dengan orang shaleh karena ada  cahaya dari orang shaleh yang akan menerangi hati kita dari kegelapan.

2. Memiliki Rasa Zuhud kepada Dunia

Allah suka bila hambaNya menunjukan kenikmatan yang Allah berikan kepada hambaNya. Dahulu kala ada ulama yang selalu berpakaian bagus di bagian luarnya karena dia ingin menunjukkan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya dan juga untuk menunjukkan kepada para penguasa bahwa dia hanya membutuhkan Allah dalam hidupnya. Dan tidak mengharapkan belas kasih dari para pembesar dunia. Namun Ulama tersebut menggunakan baju yang kasar di dalam baju luaran tersebut adalah untuk mengingatkan dirinya bahwa dirinya adalah makhluk hina di hadapan Allah SWT.

Wahai anak Adam, telah Allah ciptakan kalian untuk beribadah kepadaNya, Allah jamin rezeki kalian maka bekerjalah, namun jangan berlebihan. Dimanakah kalian akan meletakkan Allah di dalam prioritas kalian ? di prioritas teratas ? ataukah di sisa prioritas ?

3. Suka Berdzikir

Dosa kita dapat dikikis salah satunya dengan dzikir. Dosa dapat menghalangi rezeki kita, maka hancurkanlah dengan dzikir dan membaca Al Quran. Jika ingin memiliki anak-anak yang shaleh dan shalehah maka dekatkan dengan Al Quran. Melihat Al Quran saja sudah berpahala.

Para kekasih Allah adalah orang lisannya berbicara dengan makhluk, tetapi hatinya selalu berbicara dengan Allah.

Orang yang tawadhu adalah orang yang bisa melihat orang lain lebih baik darinya, sehingga orang tersebut tidak punya waktu untuk melihat kelemahan orang lain. Bila dia melihat ada orang yang naik motor berempat sekeluarga maka dalam hatinya akan diam-diam mendoakan semoga Allah memberikannya mobil sehingga bisa membawa keluarganya lebih nyaman berpergian, dan akhirnya doa itu akan kembali kepadanya. Bukan malah membicarakannya dalam hati motor satu dinaiki empat orang.

Standar berdzikir sehari-hari adalah kalimat syahadat dan Shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Untuk dzikir awal lakukan 10 kali sehari dan terus ditingkatkan. Jangan berhenti terus mengingat Allah dengan berdzikir. Punyailah terget untuk berdzikir setiap harinya.

4. Ikhlas

Bersihkan diri dari Riya. Riya adalah melakukan sesuatu karena selain Allah.

Bila kita tidak melakukan kebaikan karena takut riya, maka hal tersebut sudah dikatakan sebagai riya. Maka segera lakukan kebaikan tersebut dan bila ada bisikan halus dari syaitan yang mengatakan kita riya melakukan ibadah tersebut maka tambah ibadah kita tersebut agar syaitan tersebut kalah dalam menggoda kita. Dan katakan pada diri kita, bahwa kita melakukan ini adalah untuk beribadah kepada Allah.

Allah sangat tahu apa yang kita mau dan kita butuhkan. Namun yang perlu kita lakukan adalah kita ikhlas dalam setiap langkah kita terhadap segala takdir dari Allah SWT. Berpikirlah apakah yang kita lakukan selama ini Allah suka / ridha atau tidak ?

5. Shalat Malam

Kenapa orang bisa shalat malam? Karena hanya orang-orang itu saja yang benar-benar Allah cintai.

Allah akan memberikan kejutan-kejutan istimewa yang tidak terduga untuk hambaNya yang menjalankan shalat malam di saat banyak hamba lainnya yang tertidur pulas.

Bacalah Al Quran di malam hari ketika shalat malam, karena dengan membaca Al Quran di waktu tersebut maka Allah akan membuat alam semesta untuk memenangkan kita dalam kehidupan.

Barangsiapa yang tidak pernah mendatangi Tuhannya, niscaya akan sengsara

Wallahua’lam bishshawab

Oleh Ustadz Geys Assegaf, Lc
Ahad, 26 Maret 2018
Pukul 13.00 – 14.45 WIB
Lokasi : Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Penyusun : Tika (Al Hijrah) dan Mega (Rabbani)

Related Posts

Leave a comment