Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Pelatihan Jurnalistik Sesi 1 # bersama Rezky Firmansyah

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Alhamdulillah, pada Sabtu pagi ini diadakan Pelatihan Jurnalistik Sesi 1 dengan pemateri Rezky Firmansyah. Acara ini diselenggarakan melalui pertemuan Zoom pada pukul 09.00 -11.30 WIB. Pelatihan ini dimoderatori oleh Suciati Delima, Tim Humas YISC AL Azhar.

Pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk memantik buah pikiran para civitas YISC Al Azhar dalam menuangkan gagasan yang terkait dengan dunia dakwah saat ini. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kak Muhammad Ichsan Kamil, Ketua Umum YISC Al Azhar, dalam sambutannya di permulaan acara pelatihan ini.

Acara ini dihadiri oleh peserta sebanyak 59 orang dari beragam latar belakang yang antusias mengikuti pelatihan dengan banyaknya pertanyaan yang dimunculkan.

Berikut paparan materi pelatihan Jurnalistik oleh Rezky Firmansyah….

Semoga bermanfaat ……

 

      

 

Panduan Penulis Pemula

  1. Kenapa kita menulis

Ketika memulai untuk menulis, maka penting bagi kita menemukan motivasi terkuat untuk menulis. Menulis bukanlah sebuah bakat melainkan kesederhanaan kita dalam menyampaikan sesuatu hal dengan rapi.

Dalam prosesnya, kita perlu motivasi yang sangat kuat (strong way) dalam mendasari kegiatan menulis kita. Motivasi tersebut dapat dilihat melalui tiga sifat yakni lurus, otentik, dan kuat.

Konsep ‘lurus’ dapat dimaknai bahwa segala sesuatunya harus didasarkan pada Allah semata atau biasa disebut lillahi ta’ala. Kita perlu meyakini apakah motivasi kita menulis karena Allah atau ada alasan lain.

Konsep kedua yaitu ‘otentik’ yang berarti setiap penulis memiliki kekhasan masing-masing. Antara penulis yang satu dengan yang lainnya tidak bisa dibandingkan dalam motivasi menulis yang dimiliki. Ada yang menulis karena motivasi untuk melepaskan rasa stress dan ada pula yang menulis didasari untuk mengomentari sebuah fenomena.

Konsep terakhir yaitu ‘kuat’ dapat bermakna bahwa apakah keyakinan kita menulis mampu menggerakkan kita untuk benar-benar menulis. Apakah keyakinan kita untuk menulis bisa membuat kita untuk menuangkan segala pemikiran kita secara nyata?

Selain motivasi yang kuat (Strong Why), kita juga dapat mendalami motivasi kita untuk menulis dengan motif lainnya seperti sebagai sarana ekplorasi diri, sarana bersyukur, dan bermanfaat. Sarana eksplorasi diri akan kita dapati ketika kita mencoba menulis sesuatu hal. Kita tentunya akan melakukan pencarian data sederhana terkait topik penulisan kita.

Motif menulis sebagai sarana bersyukur dapat kita jadikan sebagai wujud syukur level up. Jika biasanya kita mengucap alhamdulillah sebagai rasa syukur, kali ini kita perlu menuangkan segala kebaikan serta nikmat yang kita peroleh dalam tulisan. Kita bisa berbagi kisah, hikmah, juga kebaikan, kepada yang lainnya dengan niat kebaikan itu dapat diteruskan kembali.

Motif menulis lainnya yakni memberi manfaat. Misalnya, ketika kita telah selesai mengikuti kajian, kita dapat mengemas catatan kajian dengan kreatif. Catatan ini kemudian kita unggah di media sosial kita dengan harapan dapat memberi informasi kepada khalayak luas.

  1. Menulis itu apa

“Siapapun bisa menulis tapi tidak semua orang bagus dalam menulis”

-REZKY FIRMANSYAH

Menulis dapat dilakukan oleh siapapun yang memiliki hati, jiwa, dan pikiran. Secara sederhana kita dapat menuangkan isi tulisan sesuai dengan keinginan kita. Semua orang dapat menulis walau akan memiliki durasi proses menulis yang berbeda-beda. Antara seseorang yang baru menulis selama satu bulan tentu akan berbeda hasilnya dengan seseorang yang telah menulis selama bertahun-tahun.

Bagi penulis pemula, penting untuk kita pahami bahwa setiap karya pertama, draft pertama terkesan buruk atau seperti sampah yang layaknya dibuang begitu saja.

Padahal, Ernest Hemingway berkata bahwa ‘The first draft of anything is garbage’.

Perkataan tersebut dapat kita maknai bahwa segalanya tergantung pola pikir kita. Sesuatu yang pada mulanya dianggap seperti sampah dan tidak memiliki nilai manfaat. Akan dapat kita olah dengan sedemikian rupa agar menghasilkan barang bernilai guna. Bila kita analogikan, tulisan kita di awal yang mungkin terlihat buruk, perlu kita olah kembali agar menjadi tulisan yang enak dan mudah dipahami oleh pembaca.

Kata kuncinya adalah bila kita tahu caranya.

Jadi, jangan pernah menganggap bahwa menulis itu bakat, melainkan proses belajar yang berkelanjutan demi mengembangkan kemampuan diri dalam mengolah kata.

Dalam menulis, kita bisa mengawali dari tulisan yang berisi pesan, hikmah, atau pula riset sederhana yang pernah dilakukan. Selain itu, kita juga dapat memulai untuk menuliskan perlawanan kita terhadap narasi menyimpang yang begitu meresahkan saat ini.

Bila dikaitkan dengan teori komunikasi, ketika kita menulis penting untuk diperhatikan beberapa elemen berikut.

  1. Penyampai pesan : apa yang ingin dituliskan?
  2. Media perantara : menulis di pikiran, dirasakan sendiri
  3. Pesan yang disampaikan: diam tanpa kata
  4. Penerima pesan             : siapa yang akan menjadi pembaca?
  5. Respon penerima : apakah dapat tersampaikan dengan baik kepada penerima.

Jika salah satu dari hal ini hilang maka komunikasi tidak akan berjalan dengan lancar dan tulisan kita tidak dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.

  1. Bagaimana proses menulis

a. How to Start

  1. Ide

Dapat berupa pengalaman berkesan selama hidup semisal beroganisasi di kampus.

  1. Pesan Utama

Setiap tulisan yang hendak dibuat perlu menguatkan pesan kita di dalam narasi yang hendak disusun.

  1. Mulai Nulis

Perlu meluangkan waktu khusus menulis tanpa ada gangguan apapun semisal gadget. Memiliki target dalam menulis semisal dalam jangka waktu satu jam mampu menulis sekian halaman.

b. How to Write

  1. Menulis dengan konsep utuh
  2. Freewriting
  3. Editing
  4. Alternatif judul
  5. Judul final

c. Metode Menulis Secara Utuh

  1. Metode Elips

Metode ini mengarahkan kita untuk mengeluarkan sebanyak-banyaknya ide dengan menempatkan ide utama di tengah-tengah bagian.

  1. Metode Outline

Metode ini memungkinkan kita untuk menyusun segala ide yang hendak dituliskan semisal merapikan ide awal untuk menulis, inti tulisan, dan bagian penutup tulisan.

Penulis pemula dapat membuat pembuka yang dapat memancing orang untuk membaca. Isi tulisan dapat dimuat dengan berbagai pesan, gagasan, dan pengalaman lainnya. Bagian penutup, perlu ditambahkan pernyataan penutup untuk memperkuat isi tulisan kita.

 

Penulis: Fajri Syamsi Alifia

 

Jazakumullaahu khairan wa barakallaahu fiikum. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Humas YISC Al Azhar
================
Sekretariat YISC Al Azhar
Komp. Masjid Agung Al Azhar
Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12110
Telegram & Instagram: @yisc_alazhar
Twitter & LINE: @yisc_alazhar
Fan Page: YISC Al Azhar
Official YouTube Channel: YISC Al Azhar
Website: www.yisc-alazhar.or.id

Related Posts