Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Pemuda yang Disayang Allah

Zayn, adalah pemuda yang berwibawa, santun, cerdas, dan sering salat berjamaah di masjid. Masjid favorit yang selalu ia kunjungi adalah Masjid Al-Azmi. Jarak Masjid Al-Azmi kurang lebih 500-meter dari rumahnya.  Setiap subuh, magrib, dan isya, Zayn salat di masjid dekat rumahnya itu. Terkecuali salat zuhur dan ashar, karena pada siang hari Zayn harus menuntut ilmu dikampusnya. Disaat matahari mulai terbenam, Zayn menyegerakan diri untuk salat magrib berjamaah, dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah dari penceramah di masjid atau bercengkrama dengan remaja masjid lainnya sambil menunggu adzan Isya. Begitulah siklus kegiatan Zayn setiap harinya.

Mungkin, ada sekelibat dari kita untuk bisa menjadi seseorang seperti Zayn yang hatinya terpaut di masjid. Bisa jadi, pemuda yang seperti ini adalah salah satu pemuda yang disayang Allah.

Apa iya?

Hari itu hari Sabtu. Zayn tidak kuliah. Ia sedang bersantai dirumahnya sambil menyeruput teh hangat di cerahnya pagi. Saat Zayn hendak menyeruput tehnya, tiba-tiba ada seorang gadis tanggung menghampiri Zayn. “Kak! Nih aku baru beli wafer di warung, pas banget sama teh yang Kakak minum”.

Dia Zahra, adik kandung Zayn yang duduk di bangku SMP.

“Astagfirullah, Zahra, kamu ngagetin aja”.

“Hehe,” Zahra cengengesan sambil menyodorkan wafer yang dibelinya tadi.

“Makasih ya adik cantic.” Zahra pun kemudian duduk disebelah kakaknya dan bertanya,

“Kak, aku mau tanya sesuatu boleh?”

“Mau nanya kok pake nanya dulu? Haha.”

“Ish, Kakak serius.”

“Iyaa, mau nanya apa sih?”

“Mmm, Kakak kenapa sih suka banget salat di masjid? Kenapa ga dirumah aja?”

“Tumben kamu nanya begini, ada apa nih?”

“Hmm Kakak jawab dulu baru nanti Zahra jelasin kenapa Zahra nanya begini”

“Begini Zahra, kalau Zahra menyayangi sesuatu, Zahra pasti ingin selalu dekat dengan sesuatu yang Zahra sayangi itu kan? Misalnya, sayang sama Ibu?” Zayn mulai menjelaskan.

“Hm, iya…” jawab Zahra sambil berpikir menerawang.

“Nah, begitulah hati Kakak dengan Allah, Za. Kakak sayang Allah. Kakak juga ingin disayang Allah. Supaya Kakak selalu dekat dengan Allah, Kakak pergi ke rumah Allah yaitu masjid. Tapi bukan berarti kalau kita ga ke masjid, kita berjauhan dengan Allah, tidak. Hanya saja, mendatangi rumah Allah hati menjadi damai, tenang, bertemu dengan orang-orang yang juga sayang sama Allah di masjid, dan masih banyak lagi manfaatnya, Za. ” Jelas Zayn.

“Oh, gitu ya kak… Hmm… Kak, sebenernya… Zahra juga mau kayak Kakak, yang rajin ke masjid. Tapi, Allah memerintahkan perempuan untuk lebih baik salat di rumah. Terus, gimana caranya supaya Zahra juga disayang Allah?” tanya Zahra dengan wajah lugunya.

“Zahra, Allah menyayangi manusia dengan cara yang berbeda-beda, ga harus dengan cara ke masjid. Sini Kakak kasih tau,” Zayn mulai merangkul adiknya.

Lalu Zayn menjelaskan…

“Ada tujuh golongan manusia yang akan Allah beri perlindungan di hari yang sudah tidak ada perlindungan lagi nantinya, yang pertama adalah pemimpin yang adil; kedua, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah; ketiga, seseorang yang hatinya terpaut ke masjid; keempat, dua orang yang saling mencintai karena Allah, bersatu karena Allah, dan berpisah karena Allah juga; kelima, laki-laki yang diajak (berzina) oleh perempuan yang cantik dan kaya harta tapi lelaki itu berkata ‘sesungguhnya aku takut kepada Allah’; keenam, seseorang yang bersedekah kemudian menyembunyikannya dari tangan kirinya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui; dan yang ketujuh adalah seseorang yang berdzikir kepada Allah sendirian kemudian bercucuran air matanya. Zahra bisa menjadi siapapun dari salah satu kriteria yang di sayangi Allah. ”

“MasyaAllah, Kak. Zahra baru tau tujuh golongan ini dari Kakak, Zahra sayang Allah, Zahra juga mau disayang sama Allah. Semoga Zahra bisa menjauhi larangan Allah dan melakukan perintahNya supaya lebih disayang Allah ya, Ka.”

“Aamiin. Jadilah pemuda-pemudi yang disayang Allah Zahra, InsyaAllah,” kata Zayn sambil tersenyum ke adiknya.

***

Untuk mendapatkan cinta dan perhatian dari seseorang yang kita sayangi, pasti kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan apa-apa yang dia sukai dan menjauhi apa-apa yang tidak dia sukai. Begitulah seharusnya kita kepada Allah. Mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Mencintai Allah adalah hal yang istimewa. Dicintai Allah adalah hal yang luar biasa indah bagi siapapun yang dicintaiNya. Semoga kita adalah manusia yang dicintai olehNya. Aamiin.

Kamu tidak akan pernah menderita jika kamu meletakkan Allah di hatimu…”

– Surga Yang Tak Dirindukan.

 

#KontributorYISC01

===================

Penulis : Alia Mutia Mayanda (Al-Fazza)
Editor   : Winnie Amalia (Al-Farizi)
Tim Jurnalistik-Humas YISC Al Azhar

 

Referensi:

Ahmad Zarkasih. Siapakah Orang Yang Hatinya Terpaut Ke Masjid?. http://zarkasih20.blogspot.com/2011/10/siapakah-orang-yang-hatinya-terpaut-ke.html diakses pada 15 April 2019, pukul 10:54.