Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

WOY (What’s On YISC) : TF Hajatan Yang Tak Boleh Dilewatkan Oleh Angkatan Dasar

Oleh : Fendi Rohmawan – Angkatan Rabbani

Taffaquh Fiddin, “TF” begitu kami menyebutnya. Jika ada headline news diseluruh angkatan dasar YISC Juli 2015 pastilah menyambut kegiatan ini. Bagaimana tidak, kegiatan yang bertajuk memperdalam ilmu agama ini sudah digaungkan  keseluruh civitas angkatan dasar sejak sebulan lalu. Kegiatan yang menjadi tonggak terbentuknya keluarga baru, keluarga angdas Juli 2015. Karena difase inilah terjadi kompetisi diantara kelas. Difase ini pula akan dipilih pemimpin angkatan yang akan bekerja seumur hidupnya demi angkatan.

Hajatan yang tak boleh dilewatkan. Even paling menarik adalah adanya lomba-lomba yang diselenggarakan panitia. Ada lomba performance dan name tag. Performance competition ini bakal ditampilkan di TF night dan dinilai dari banyak aspek, mulai dari kerjasama hingga originalitas. Pastinya kelas yang penampilannya paling mengesankan telah mempersiapkannya dari jauh hari. Tak Cuma persiapan, seluruh kelas dituntut mengeluarkan semua kreativitas dan kemampuan dari seluruh anggota. Jadi kekompakan dan karakter dari setiap kelas nampak dari performance mereka malam itu.

Kegiatan yang tak kalah gaungnya di TF adalah pemilihan KETAN (ketua angkatan). Bayangkan, setiap calon ketua angkatan dari setiap kelas, berhak membentuk tim sukses caketan (calon ketua angkatan) dari kelasnya masing-masing untuk dapat duduk sebagai ketua angkatan. Layaknya tim sukses capres dan parpol, mereka bergerilya siang dan malam, menyebar flyer, video hingga kampanye terbuka. Layaknya pemilu persaingan pasti panas, namun tetap dalam koridor syariah. Tidak ada black campaign, semua orang bebas mengutarakan pendapat dan mendukung calon pilihanya. Sungguh, ukuwah akan muncul dari persaingan dan perlombaan. Ini kami buktikan, perlombaan dalam kebaikan akan mempererat kerjasama kelas, tak ada anggota yang berleha-leha. Semua turut serta mensukseskan.

Tibalah waktu TF, Sabtu pagi, 3 Oktober 2015 semua peserta berkumpul di halaman masjid Al Azhar untuk menuju lokasi TF. Selama dua hari kami bakal disatukan dalam kegiatan. Jauh dari keramaian, jauh dari hingar bingar, menepi ke pelosok. Kami butuh pikiran bersih dan hati yang jernih, begitu mungkin yang ada dibenak panitia ketika merancang kegiatan ini. Karena keputusan penting bakal di buat, keputusan menjadi sebuah keluarga, sebuah jalinan yang akan bertahan selamanya. InshaaAllah.

Sampai di lokasi tujuan, kami dibagi menjadi kelompok kecil lagi. Bukan berdasar kelas. Beda lagi, kali ini ada kelompok KCD, “kakak curhat dong”. Entahlah, semoga bukan curhatan galau. Sepengamatan saya, ini memang strategi dari panitia, yang memecah kami dari satu kelas menjadi kelompok kecil yang heterogen, tidak lagi sekelas. Bayangkan saja selama kami di angdas ini, sudah beberapa kali dipecah, pertama kelas maperaba, kemudian SII terus BSQ dan terakhir KCD. Efektif memang, dengan ini kami bisa saling mengenal sesama anggota angkatan dasar dari kelas lain, salut buat panitia.

Kegiatan dimulai dengan KCD, kegiatan pemanasan ini diisi dengan ta’aruf semua anggota kelompok, saling mengenal dan ngobrol santai seputar aktifitas anggota dan motivasi dari kakak pembimbing hingga tiba waktu dhuhur.

Setelah ishoma (istirahat sholat dan makan), kegiatan inti dimulai. Kajian bertajuk I.M.A.M menyiram kalbu kami siang itu. Acara berlanjut, dengan sosialisasi caketan dengan berbagai program dan visi misinya jika terpilih nanti. Wow ternyata program semua caketan keren, bagus dan revolusioner. Bahkan ada sebuah program dari caketan yang sempat menggegerkan dunia angdas, BERKAH. Pogram ini adalah akronim dari BERANI KHITBAH, langsung jadi perbincangan hangat peserta, tak ayal proker ini menjadi magnet kuat bagi caketan kelas B, sang penyampai proker.

Ah, ngomong-ngomong penulis ini juga timses salah satu caketan, jadi cukup mengetahui seluk beluk dunia persilatan para caketan. Lepas Ashar, pemilihan ketua kelas dilangsungkan dengan penuh rasa khidmat (kaya upacara). Dua pilihan tiap peserta, bakal menentukan arah keluarga yang baru dibangun ini kedepan. Meskipun masih misteri, namun prediksi siapa yang bakal mendapat simpati sudah bisa dilihat, proker paling menarik jelas menjadi penentu.

Kegiatan dilanjut dengan kegiatan pribadi, tilawah hingga sholat Isya. Selepas Isya, kegatan performace night resmi dibuka, seluruh kelas menampilkan performance nya masing-masing. Ada yang menampilkan drama musikal kompetensi “master cheff”, ada deklamasi puisi, dan performance malam terasa sangat pas ditutup dengan dzikir asmaul husna. Setelah semua peserta menampilkan canda tawa dan kesenangan, akhirnya kekhidmatan TF yang menjadi ruh kegiatan berhasil dibawa kembali oleh  asmaul husna dari Grafity Clan, sebutan kelas G. Entah atmosfer apa yang datang kepada kami malam itu, tapi kami secara spontan berdzikir bersama melantunkan asmaul husna, sungguh indah dan damai.

Kelar performance, acara malam itu ditutup dengan istirahat dan rencananya tepat pukul 3 dini hari akan ada qiyamul lail. Seperti dugaan, sesampai dikamar, kami tidak tidur, karena ketemu teman baru kita ngobrol  sampai tengah malam. Obrolan kami sangat beragam, mulai dari profesi hingga memasarkan produk. Praktis, yang menghentikan obrolan adalah ketika satu persatu anggota kamar mulai terlelap tidur.

Tepat pukul 3, kami semua dibangunkan dan siap melakukan qiyamul lail. Imam malam itu bacaanya begitu mendayu-dayu, hingga sholat 9 rekaat selama 60 menit tak terasa. Inilah qiyamul lail terpanjang selama saya hidup, fantastis TF ini. Ba’da qimaul lail, acara dilanjutkan dengan tausiah hingga sholat shubuh. Selepas subuh, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir almaksurat.

Acara yang tak kalah menyengat, siap kami hadapi. Out bond, nah siap kami lahap sebagai menu pembuka TF dihari terakhir. Sebelum outbond dimulai, senam peregangan “very simple” dibawakan Pak Budi. Tak seperti namanya, gerakan senam ini tak lazim, kita diminta jungkir balik, hingga rol depan dan rol belakang. Ada rahasia kecil, malam setelah kegiatan ini banyak peserta yang menderita encok, saya rasa pa Budi harus bertangung jawab, hehehe.

Setelah senam, kita lanjutkan dengan outbond. Kegiatan ini tim dibagi atas kelompok KCD. Games yang dibawain, semuanya menuntut kerjasama tim yang baik, tak cukup kerjasama dibutuhkan pula strategi. Misalkan saat kegiatan “titian bambu”, dimana setiap tim diharuskan mengantar seorang anggota tim melintas jarak sejauh 20 meter dengan bambu yang dipegang semua temannya. Nah, tugas ini menuntut strategi yang bagus dan kerjasama yang solid, bagaimana tidak, jika jatuh nyawa taruhannya, (yang ini bercanda). Ya, setelah selasai seneng-seneng, kita lanjut sarapan dan bersih diri bersiap menuju acara selanjutnya yaitu kajian dan acara penutupan.

Di acara penutupan, adalah waktu yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang lomba. Dari lomba performance, kelas BBQ berhasil menggondol gelar juara dengan drama musikalnya. Kemudian gelar juara nametag mampir ke Grafity karena desainnya yang aduhai wajarlah Grafity clan juara di nametag.

Acara lanjut ke pengumuman, siapa yang bakal jadi ketan. Suasana hening sejenak dan misteri menyelimuti semua peserta saat itu. Semua caketan maju dan diputuskan bersama berdasar musyawarah, caketan dari BBQ yaitu Akhi Fajrullah Sejati menjadi KETAN. Sang pembawa proker BERKAH akhirnya terpilih. Dan tepuk tangan riuh mengiringi terpilihnya kang Fajrul sebagai ketan angdas Juli 2015.

Tahukah kawan, sebelum acara penutupan itu kami masih terkotak-kotak mendukung kelas masing-masing. Selepas pengumuman Ketan dan kita bareng-bareng menyanyikan yel-yel angkatan, kita seperti tersihir dan membuang semua ego kekelasan. Percaya tidak percaya kita semua masuk dalam euforia terbentuknya keluarga baru angdas 2015. Dan kami merasa terikat menjadi sebuah keluarga tanpa kami sadari. Ada sebuah filosofi menarik dari “Covalent Bonding” dalam ilmu Kimia.

Ternyata atom-atom akan sulit terpisah karena diantara mereka terjadi sharing elektron, atom yang merupakan individu galau menjadi kuat setelah berikatan. Inilah kekuatan berbagi dalam kebaikan, setelah melewati kegiatan bersama, rintangan bersama dan kompetisi bersama praktis kita menjadi lebih kuat. Berbagi suka dan duka ternyata mampu kuatkan kita. Semoga ikatan ini akan bertahan selamanya kawan.

Kegiatan TF resmi diakhiri, selepas sholat Ashar kita kembali ke Al Azhar dan rumah masing-masing dengan membawa kenangan baru, perasaan memiliki keluarga baru yang pastinya membawa suasana baru kedepan. Semoga Alloh SWT senantiasa kuatkan ukuwah ini. Amin.