Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

YISC Al-Azhar Calon Rumah Ketigaku

Setiap orang dewasa memiliki tempat-tempat bernaung yang utama. Tempat bernaung dimana sebagian besar waktu dalam hidupnya lokasi tersebut dihabiskan. Yang pertama adalah rumah tinggal, yang kedua adalah tempat bekerja atau mencari nafkah, dan yang ketiga biasanya tempat untuk menghabiskan waktu akhir pekan, bisa berupa tempat rekreasi, hiburan, ibadah dan lain sebagainya.

Tubuh kita terdiri dari jiwa (ruhiyah), akal (aqliyah) dan tubuh (jasadiyah), yang masing-masing tersebut membutuhkan input yang baik. Sebagaimana tubuh kita perlu makanan, jiwa kita juga perlu asupan berupa siraman rohani, agar terhindar dari kekosongan jiwa. Tubuh kita perlu istirahat dengan tidur, jiwa kita perlu istirahat dengan sholat. Tubuh kita perlu gizi yang bagus, jiwa kita perlu membaca ayat-ayat suci Al-Qur’anul Kariim. Sehingga banyak yang merasa sukses dalam karir pekerjaan tetapi merasa kosong jiwanya, karena senin sampai jumat dia menghabiskan waktunya di kantor dan akhir pekan hanya diisi dengan hiburan yang sama sekali tidak mengisi kekosongan jiwanya.

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” (HR Muslim).

Youth Islamic Study Club Al Azhar (YISC AA) adalah organisasi remaja masjid di Indonesia, yang setiap tahunnya menerima kurang lebih 700 orang yang berusia diantara 20 tahun sampai dengan maksimal 35 tahun. Kegiatan belajar mengajar Islam (Studi Islam Intensif {SII}, Bimbingan Studi Qur’an {BSQ}, dan lain lain) yang dijadwalkan setiap hari ahad, lengkap dengan kegiatan tambahan yang berupa pembelajaran organisasi dan pengembangan minat bakat. YISC berlokasi di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penulis sempat mencoba daftar YISC AA pada tahun 2013, namun dikarenakan kesibukan pekerjaan sehingga tidak bisa mengikuti sampai selesai. Awal tahun 2018 mencoba daftar kembali, tetapi gagal karena kuota penuh dan baru berhasil daftar untuk angkatan Januari 2019. Setelah kurang lebih empat bulan mengikuti kegiatan YISC AA, sejak mulai masa Program Penerimaan Anggota Baru (PPAB), sampai dengan kegiatan Tafaqquh Fiddin (TF), penulis merasakan manfaat yang luar biasa banyak. Dan hikmah yang penulis tidak pernah duga sebelumnya.

Manfaat dan hikmah yang penulis rasakan selama bergabung di YISC AA adalah sebagai berikut:

  1. Informasi melalui social media, yang sangat memudahkan untuk mengetahui gambaran mengenai rangkaian kegiatan dan kemudahan dalam proses pendaftarannya.
  2. Dikumpulkan bersama pribadi-pribadi yang sebaya dan sama-sama berniat ingin belajar agama dan memperbaiki diri. Yang bersedia membayar biaya pendaftaran dan berkomitmen untuk hadir setiap pekan ke Jakarta Selatan.

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat 49:10)

  1. Walau anggota bersifat heterogen, dari berbagai usia, latar belakang, pendidikan, pekerjaan, golongan (mahzab dan politik), tapi YISC AA mampu menjadi wadah yang netral dan dapat menampung semua anggota.
  2. Dibuatkan whatsapp grup sejak sebelum acara pembukaan dan sudah diberikan materi dasar-dasar keIslaman. Sehingga alur informasi dan komunikasi antar calon peserta sangat kondusif.
  3. Disediakan pemandu yang bijak dan sabar, dan pernah melalui proses yang sama, dan dapat membimbing dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).

  1. Disediakan pengajar (ustaz) yang kapabel, untuk setiap kelas. Kelas dikelompokkan berdasarkan domisili para anggota untuk memudahkan koordinasi saat ada kegiatan dan tugas kelas.
  2. Dibimbing dalam pembuatan organisasi yang mandiri, dari mulai kelompok PPAB, kepengurusan kelas, sampai dengan kepengurusan angkatan (antar kelas).
  3. Diberi kesempatan bagi yang ingin mengaktualisasikan dirinya dalam organisasi YISC AA, dengan cara membuka peluang untuk dapat menjadi pemandu PPAB, pemandu kelas, dan kepengurusan untuk kegiatan PPAB pada tahun berikutnya.

Hikmah utama yang penulis dapatkan, yaitu ikatan hati dengan sahabat-sahabat satu angkatan, penulis merasakan nikmatnya belajar Islam bersama dan merasakan persaudaraan muslim (ukhuwah Islamiyah), dengan tahapan: 1.saling mengenal (taaruf); 2.saling memahami (tafahum); 3.saling menolong (taawun); 4.saling menanggung (takaful); 5.mendahulukan orang lain dibanding diri sendiri (itsar). Wallahua’lam.

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS.Al-Hujurat 49:13)

Dari semua manfaat dan hikmah yang penulis dapatkan, membuat penulis merasakan kenyamanan dan keinginan untuk terus menimba ilmu dan pengalaman di YISC AA, dan berusaha berkontribusi jika memang terbuka peluang (ladang amal) untuk sedekah harta, pikiran, dan tenaga. Sehingga tidak berlebihan jika penulis mengatakan bahwa YISC AA adalah calon rumah ketigaku.

Tidak beriman seseorang di antaramu hingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

#KaryaTulisMilad07

===================

Penulis : Rhesa Darojat
Editor   : Winnie Amalia
Tim Jurnalistik-Humas YISC Al Azhar

 

Referensi

Hoed. Materi Tarbiyah, E.1. Definisi Manusia. https://rasmulbayantarbiyah.wordpress.com/2014/04/02/e-1-definisi-manusia/ diakses pada 25 April 2019, Pukul 16.50.

Ali Farkhan Tsani. Lima Tingkatan Ukhuwah Islamiyah.

https://minanews.net/lima-tingkatan-ukhuwah-islamiyah/ diakses pada 25 April 2019, Pukul 17.00